Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Berdiri Sendiri [3/3]

Gambar
Berdiri sendiri Dengan pemahamanmu sendiri Hal yang tidak pernah terpikir akan aku alami. Selama ini, aku selalu berdiri bersama-sama. Kalaupun aku punya pemahaman sendiri, tak akan sesulit ini untuk mengajak orang lain bersama. Entah teman, bahkan keluarga. Belum ada orang terdekat yang benar-benar punya pemahaman sama. Bukannya aku tidak mencari selainnya. Aku sudah. Tapi entah, rasanya aku jadi mudah menyerah. Ingat kataku kan.. Permulaan itu memiliki semangat yang berbeda. Nah, semangat itu yang kini sudah tidak lagi menggelora. Aku yakini aku bukan menyerah. Aku mungkin lelah. Yang jelas, Aku berusaha tetap berserah pada ALLAH agar tidak lagi kehilangan arah. Aku tetap ingin berada di ruang itu. Ruang dimana aku akan selalu merasa terpukul ketika sadar apa yang aku lakukan salah.  Karena mengikuti yang banyak tidak selalu benar. Dalam beragama tolak ukurnya bukan ikut-ikutan 'trend' masa kini, tapi mengikuti apa kata Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemaham...

Berdiri sendiri [2/3]

Aku telah melewati masa-masa sulit itu. Ternyata begini rasanya dewasa. Kamu akan menemukan sendiri jati dirimu sebagai apa dan sebagai siapa. Bedanya, hanya menunggu waktu saja, kapan kamu akan sadari itu. Kini aku tahu hidupku ini mau aku bawa kemana. Harus jadi apa aku selama masih ada disini. Apa yang sebenarnya harus kulakukan hingga mencapai ke tujuanku. Aku dapatkan itu. Tapi, aku manusia. Hamba yang lemah. Syaitan selalu punya cara agar aku tergugah. Bagaimana ini? Sedikit demi sedikit berubah. Pelan-pelan aku tinggalkan yang tidak berfaedah. Permulaan itu pasti memiliki semangat yang berbeda. Menggelora. Entah bertahan berapa lama, tapi saat itu aku sangat menikmatinya. Semakin banyak aku tahu, aku merasa terdapat sisi dari diriku yang terlahir kembali. Aku tidak pernah merasa sebaik itu selama hidup. Menemukan cahaya dalam keremangan yang selama ini aku tinggali. Ternyata agama islam itu memang agama yang penuh rahmat. Hanya saja hal-hal mudah dibuat runyam, padahal tida...

Berdiri Sendiri [1/3]

Beranjak dewasa, menghadapi sendiri yang namanya ujian kehidupan, tersadar atas salah yang dilakukan, sampai pada akhirnya menemukan titik balik dan menyadari pribadi yang tidak mengenal dengan baik 'pegangan hidupnya' selama ini. Ya. Agama. Terlahir dalam keluarga muslim merupakan berkah yang sangat luar biasa. Karena dengan begitu, fitrahmu sebagai Manusia dan Makhluk ciptaanNYA dapat terjaga. Lantas apalagi? Kamu sudah jadi seorang muslim. Kamu juga tahu bagaimana harus beribadah, sholat, puasa juga penuh selama Ramadhan, baca Al-Qur'an juga bisa. Kamu tahu bahwa ALLAH adalah Tuhan kamu, dzat yang kamu sembah dan memohonkan setiap doa-doamu. Apalagi yang kurang? Ternyata setelah melewati masa-masa sulit dalam hidup, pada akhirnya ditemukan kesalahan yang selama ini tidak pernah disadari. Apa itu? Pengetahuanmu tentang agamamu memang sudah sejauh apa? Setelah 22 tahun hidup menerima gelar seorang 'muslim' apa saja yang kamu ketahui tentang agamamu? Selama menj...

Merekam Jejak

Gambar
Sudah lama ya.  Dari wacana this blog is under construction sok ngide pengen bikin template blog sendiri karena jaman baru baru kelar SMA lagi gabut-gabutnya jadi berasa punya waktu luang buat desain macem-macem gituan. Nyatanya. Mimpi. Blog juga ga keurus, sempet males ngeliatnya malahan. Pernah posting tentang Kelompok Sosial Pencinta Anak, di end of story nya menggantungkan tentang Marching Band Gita Flamboyan. Ceritanya mau mengkisahkan ttg MBGF juga setelahnya. Tapi malah vacuum setelahnya. Sampe akhirnya muncul lagi dengan postingan yang judulnya Hi! dan kontennya "Hello". Udah. Cuma itu. Sumpah. Penting banget ga sih. Ceritanya mau announce kalau aku balik lagi. Terus update satu cerita doang judulnya Bersyukurlah [1] - Cerita Kepergian Haura  yang rencananya akan ada part 2nya. Ren-ca-na. Apalah daya aku hanya bisa berencana saja. Nyatanya. Mimpi lagi. Hahahahaha Nah, sekarang aku muncul lagi nih. Entah akan bertahan berapa lama. Tapi emang lagi ter...