Berdiri Sendiri [1/3]

Beranjak dewasa, menghadapi sendiri yang namanya ujian kehidupan, tersadar atas salah yang dilakukan, sampai pada akhirnya menemukan titik balik dan menyadari pribadi yang tidak mengenal dengan baik 'pegangan hidupnya' selama ini. Ya. Agama.

Terlahir dalam keluarga muslim merupakan berkah yang sangat luar biasa. Karena dengan begitu, fitrahmu sebagai Manusia dan Makhluk ciptaanNYA dapat terjaga. Lantas apalagi? Kamu sudah jadi seorang muslim. Kamu juga tahu bagaimana harus beribadah, sholat, puasa juga penuh selama Ramadhan, baca Al-Qur'an juga bisa. Kamu tahu bahwa ALLAH adalah Tuhan kamu, dzat yang kamu sembah dan memohonkan setiap doa-doamu.

Apalagi yang kurang?

Ternyata setelah melewati masa-masa sulit dalam hidup, pada akhirnya ditemukan kesalahan yang selama ini tidak pernah disadari. Apa itu?

Pengetahuanmu tentang agamamu memang sudah sejauh apa? Setelah 22 tahun hidup menerima gelar seorang 'muslim' apa saja yang kamu ketahui tentang agamamu? Selama menjadi muslim, sudah sebaik apa ibadahmu? Apa kamu yakin ibadahmu diterima olehNYA? Apa kamu benar dalam memahami perintahNYA? Kenapa rasanya kamu merasa aman-aman saja dengan semua perbuatanmu?

Ah, iya... rupanya aku tidak benar-benar mengenal tentang agamaku sendiri. Itu jawabannya

Jahat ya aku.

Bisa-bisanya.

Setelah pertanyaan-pertanyaan itu mendapatkan jawabannya, aku seperti diberikan pintu yang membuatku masuk pada sebuah ruangan yang berisi penuh dengan penghakiman untuk diriku sendiri. Wuaaaahhhhhh... luar biasa. Kemana saja aku selama ini? Aku terlalu nyaman menikmati tipu daya dunia ini. Hahahaha. Aku merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh pendidikan dari orang tua dan guru-guruku selama bersekolah. Rasa ingin tahuku terkubur dalam untuk hal ini.

Di ruangan itu aku merasa tertampar berulang kali. Terpukul-pukul rasanya dan terjadi pergolakan itu sudah pasti. Masa sih hal yang selama ini aku lakukan belum tepat? Apa iya hal sepele yang selama ini aku anggap remeh dan tidak ada hubungannya dengan agama itu adalah salah? Ternyata iya. Aku rasanya ga bisa deh ada disini. Pikirku begitu.

Tapi entah kenapa, biarpun berpikir begitu berulang kali pun aku tetap tidak bisa keluar dari ruang itu. Semakin aku ingin tahu lebih banyak lagi. Dan perasaan itu berulang lagi dan lagi. Sampai pada akhirnya air mata yang menetes menyadarkanku bahwa aku harus menyadari diri ini memang salah. Aku manusia. Aku Hamba.

Komentar