Berdiri sendiri [2/3]
Aku telah melewati masa-masa sulit itu. Ternyata begini rasanya dewasa. Kamu akan menemukan sendiri jati dirimu sebagai apa dan sebagai siapa. Bedanya, hanya menunggu waktu saja, kapan kamu akan sadari itu.
Kini aku tahu hidupku ini mau aku bawa kemana. Harus jadi apa aku selama masih ada disini. Apa yang sebenarnya harus kulakukan hingga mencapai ke tujuanku. Aku dapatkan itu. Tapi, aku manusia. Hamba yang lemah. Syaitan selalu punya cara agar aku tergugah. Bagaimana ini?
Sedikit demi sedikit berubah.
Pelan-pelan aku tinggalkan yang tidak berfaedah.
Permulaan itu pasti memiliki semangat yang berbeda. Menggelora. Entah bertahan berapa lama, tapi saat itu aku sangat menikmatinya. Semakin banyak aku tahu, aku merasa terdapat sisi dari diriku yang terlahir kembali. Aku tidak pernah merasa sebaik itu selama hidup. Menemukan cahaya dalam keremangan yang selama ini aku tinggali.
Ternyata agama islam itu memang agama yang penuh rahmat. Hanya saja hal-hal mudah dibuat runyam, padahal tidak perlu menentang, tidak usah mengada-adakan yang tidak diajarkan, cukup ikuti apa yang sudah ALLAH azza wa jalla perintahkan. Agama islam itu memang agama yang mudah. Tetapi tidak berarti memudahkan hal-hal yang tidak pada syariatnya. Seenaknya meringankan masalah yang dianggap sepele, "ya ini kan sekedar ucapan" atau "ya kan yang penting niatnya baik".
Bukan.. bukan.. bukan sesederhana itu. Sesungguhnya kalaupun kamu tidak berniat jahat saat melakukan suatu ibadah, tetapi amalan itu akan sia-sia jika tidak ada dalil dan tuntunannya. Karena ibadah itu bersifat tauqifiyah (harus berlandaskan dalil). Islam itu sudah sempurna. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sudah membawa ajaran yang sangat lengkap demi menyelamatkan umatnya di hari pembalasan nanti. Beliau shalallahu 'alaihi wa sallam mendapatkan pedoman tersebut dari ALLAH bertahun-tahun yang sangat lalu, jauh sebelum kita hidup disini.
Lalu aku bagaimana? Apa aku sudah sempurna? Apa aku tidak melakukan dosa-dosa lagi setelah semua ini? Apa kalian merasa aku sok suci dengan mengatakan semua ini? Iya ya.. ha. Aku memang belum sempurna, aku sadar aku masih melakukan dosa-dosa. Bahkan aku takut dosaku lebih besar karena aku sudah tahu tentangnya tapi masih saja aku lakukan. Hah. Bodoh memang.
Karena aku tidak pernah merasakan sesulit ini berjalan sendiri. Aku seorang yang senang menyendiri. Aku tidak terlalu peduli dengan kerumunan orang banyak. Aku bisa menghindar dari hal yang menarik demi tidak berada dalam keramaian. Aku nyaman dengan aku yang seorang diri diantara orang lain yang bersama-sama.
Tapi disini aku seperti tidak bisa berdiri sendiri.
Komentar
Posting Komentar