Postingan

Kepastian Yang Ditunggu Telah Datang [2/2]

  *** Selasa, 26 Agustus 2026 *** Pagi ini dimulai seperti hari biasanya, kami beraktivitas layaknya hari normal. Mamah yang mengunjungi bapak terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Mengantarkan sarapan yang diminta, sebab tidak berkeinginan makan makanan rumah sakit. Sejak pagi, bapak mengeluhkan sakit perut. Dugaan kami hanya sebab jadwal hemodialisa yang terlambat, ditambah makannya juga enggan sehingga tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup. Mamah izin berangkat kerja pun, bapak masih seperti biasa. Siang harinya, seperti biasa aku datang.  Ketika baru masuk ruangan, aku langsung dipesankan oleh perawat ruangan supaya bapak dimotivasi untuk makan sebab sejak pagi bapak belum makan apapun. Akhirnya aku coba tawarkan bubur bayi kemasan, bapak bersedia makan. Sisanya aku simpan di mobil untuk dimakan selanjutnya. Tapi, aku juga tanyakan kepada temanku yang dokter terkait asupannya tersebut, jika hanya itu, kurang nutrisinya. Tapi, untuk sementara itu aku tidak pikirkan du...

Kepastian Yang Ditunggu Telah Datang [1/2]

Tepat sehari setelah tulisan terakhirku dibuat, kepastian itu mendatangi kami. Kabar kepergian bapak tidak terlalu mengagetkan, tapi tetap menjadi kejutan. Kejutan yang kurang menyenangkan, yang seketika meluluhlantakkan. Seperti yang aku katakan, bukan tidak terima dengan keadaan. Dengan ini, aku hanya ingin menyimpan memori ini agar tidak hilang dan membiarkannya menjadi kenangan. Karena, begitu menyenangkan mengingat kehadiran bapak hingga saat ini. Tidak ada yang tertinggal atau yang disesali, hanya doa serta syukur saja yang terus aku panjatkan. *** Kembali ke tanggal 25 Agustus 2025 *** Saat dalam hatiku berkecamuk perasaan khawatir, tapi tidak dapat aku tampakkan di hadapan bapak. Akhirnya pada hari itu aku hanya bisa duduk di samping bapak dan kutumpahkan perasaanku lewat tulisan.  Pada hari itu, hari ke-5 bapak di-opname dengan perawatan intensif sejak jadwal hemodialisanya gagal karena irama jantungnya melemah dan tidak beraturan. Kami kira tidak butuh waktu lama perawata...

Kepastian Yang Tidak Pasti

Gambar
Cerita kali ini.. tidak tahu harus mulai darimana Yang jelas was-was masih terus menyelimuti Sejak kondisi bapak tidak lagi fit, diri ini juga terbiasa siaga Karena aku gak tau kapan badainya datang, kapan ia terhenti Rasanya semua sudah kupasrahkan pada satu-satunya Dzat yang telah mencipta kita Semua yang berjiwa pasti akan mati Keyakinan itu sudah pasti Tapi.. akan seperti apa nanti Aku belum tahu pasti Hanya terus mempersiapkan diri Agar dapat melapangkan hati Sebab kematian adalah sebuah kepastian yang tidak pasti Tidak ada yang tahu kapan datangnya, sungguh tidak terprediksi Aku tahu tidak akan bisa mengelak dari takdir kematian Suatu saat pasti akan datang dan saling meninggalkan Bukan aku tidak bisa terima dengan keadaan Bukan juga takut kehilangan Tapi sejak saat ini aku sudah membayangkan Ketika sosok itu sudah tak ada di hadapan Ketika rasa atas kehadirannya tidak lagi diberikan Nit, yang kuat ya.. kamu akan lewati ini. Berapa banyak air mata lagi tidak peduli. Akan ada hikm...

Jika Allah ﷻ Mengujimu

Selama nafas masih diberi, Masalah datang tak akan henti. Tapi, selau ingatlah hal ini... Jika Allah ﷻ mengujimu Dan kamu merasa terbebani, Bersyukurlah.. Karena tandanya Allah ﷻ masih sayang padamu. Mungkin kamu sempat berpaling dan lupa kepada-Nya. Dengan ini Allah ﷻ kembalikanmu untuk ingat kepada-Nya. “ Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan baginya maka Dia akan memberinya musibah” (HR. Bukhari no. 5645) Di hari yang lain, Allah ﷻ kembali mengujimu Dan kamu merasa tak mampu, Berbahagialah.. Kamu tidak tahu dosa apa yang sedang Allah ﷻ ampuni. Tanpa kamu sadari, mungkin saja raga dan lisanmu menyakiti, atau bahkan di hatimu ada dengki yang tidak diketahui. “Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573). Saat yang lalu belum usai, tapi Allah ﷻ menyapa dengan ujian yang lainnya Dan kamu merasa i...

Boleh Kan Bilang Capek?

Capek.. . . Emang iya, capek? . . Ternyata iya. Kamu capek. Memerankan diri jadi orang yang harus selalu bisa diandalkan, untuk tetap merasa kuat, dan terlihat baik-baik aja. Sekali waktu nafasnya terdengar menggebu, berusaha tarik dan hembus tak beraturan. Katanya jantung rasa berdebar, dada jadi sesak. Taunya mata sudah basah, air matanya menggenang dan menetes. Pertanyaan banyak mencuat, apakah orang-orang itu egois hanya memikirkan ia dan dunianya? atau hanya sekedar perbedaan cara menikmati hidup? atau apa...  Sulit memang memahami pola pikir orang lain. Sedarah pun, bahkan kembar identik, gak ada yang bener-bener serupa. Ternyata benar, orang yang tampak baik saja di lingkungan sekitar, tapi..... berkecamuk banget dalam dirinya. Ada luapan emosi yang siap untuk meledak suatu saat. Perpaduan dari rasa marah, sedih, muak, dan takut.  .............. Ya Allaah, aku yakini takdir ini. Insyaa allaah sekuat mungkin aku ikhlas menjalaninya. Akan kuhadapi sebisaku. Tapi, tolong r...