Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Kata Yang Bernyawa

"Kebanyakan dosa anak adam karena lisannya."  [HR. Thabrani] Tidak tahu aku.. Sejak kapan lisan jadi semengerikan saat ini Meski hanya berupa kata, tapi seolah bernyawa Menusuk hati orang-orang yang ia sapa Itu baru kata, ya.. Apalagi yang langsung terucap Jelas-jelas tertancap dan langsung hinggap Beruntung jika hanya sekejap, lalu hilang dalam senyap Bagaimana jika ia menetap? - An -

Akhir Dari Takdir

Gambar
"Keep  dunya in your hand, not your heart." -Syeikh Abdul Qadir Jailani- Hidup itu adalah tentang takdir. Dihadapkan pada pilihan yang tiada akhir, dengan jawaban sederhana berupa kata  "ya" atau  "tidak"  pun t erjadi karena takdir. Tak peduli sejauh mana berjalan, selama apa berjuang, dan bagaimana kerasnya berusaha, semua sudah ada jawabnya - hanya saja kita yang tidak tahu, karena kita si fakir ilmu. Hidup itu adalah tentang akhir. Dunia hanya  sementara, kita yang terus berjalan bersama, melewati setiap waktu tanpa ada yang tahu kapan berakhir. Jika kita bicara lagi tentang takdir, selama raga masih bernyawa, teruslah berusaha. Meskipun tidak tahu bagaimana akan berakhir. Sang Pencipta memberi jalan seluas-luasnya untuk kita memilih, walau kemudian jatuh, salah, hingga kadang hilang arah. Tapi.. Dia - Allah - tetap di atas sana, menerima kita kembali dengan sejuta ampunan, bahkan tak terhingga. Hidup ini layaknya sebuah cerita, seperti cerita yang din...

Matahari Pagi Ini

Gambar
Gelap perlahan sirna dan hilang seketika,  s eiring matahari yang terbit dan kian terang menyinari langit dunia. Sinarnya cerah.. memancar menjadikan indah mekar bunga yang berwarna-warni. M enyilaukan. Tapi, tidak menyebalkan.  Kehangatannya menyeruak, m emburu melewati dahan dan ranting  hingga celah terkecil Hangatnya menyenangkan.. diiringi riuh rendah tawa anak-anak yang mengayuh sepedanya, dengan semilir angin yang perlahan lembut menerpa wajah dan menggoyangkan kelontong bambu itu hingga menimbulkan bunyi yang membuat suasana pagi kian menenangkan. Pagi ini semakin menyadarkan bahwa gelap tidak akan selamanya menetap Karena terang perlahan datang menggantikan Memang butuh waktu, tapi.. Tidak ada yang salah dengan menunggu. -An-

Cerita Dia

aku punya cerita tentang dia.. Katanya dia memang egois, tapi bukan karena keinginannya. Melainkan terbentuk dari kebiasaan keluarganya. Dia beralasan juga, bahkan sejak dia kecil, dia jarang meminta kepada orang tuanya dan tidak merengek jika keinginannya tidak dipenuhi - atau kamu hanya menyimpan perasaan itu sendiri sejak kecil, ya - karena satu atau dua alasan yang seperti orang tua lain lakukan. Kadang, alasannya jarang meminta ini dan itu adalah karena dia tahu pasti tidak akan dapat terpenuhi keinginannya - mungkin kamu aja yang kurang yakin dan malas mencoba dan berusaha - . Hingga ia besar, sa at apa yang diinginkannya dapat ia penuhi sendiri, i a tumbuh dengan sedikit keinginan. Mungkin karena sudah terbiasa tidak berangan-angan. Saat ada keinginannya tidak dapat ia miliki, ya.. sudah.. memang tidak bisa. Entah itu karena tidak ada uangnya, tidak sesuai spesifikasinya, atau tidak diterima oleh lingkungannya. Pasrah saja sudah. Berpikirnya sederhana, menurut dia. Dampaknya bel...