2023 Recap

Kukira tahun 2020-2021 adalah tahun terburuk for the entire life. Nyatanya tidak. Tahun 2023-ku juga ternyata sangat sangat menyesakkan. Alhamdulillaah teratasi walau tetap tidak sempurna, karena masih meninggalkan kekhawatiran dan luka yang harus terus ditutupi setiap saat.

Semua bermula pada Juni 2023.

-5 Juni 2023-
Hari itu aku menemani bapak kontrol bulanan ke RS karena ada hasil MCU yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut. Tadinya cuma sekalian mau tahu aja apa sih yang setiap bulan dokter sampaikan ke bapak kalau kontrol. Qodarullaah.. Pas daftar, dikabarin bahwa dokternya lagi cuti. Tapi karena semalam sampai saat itu ada keluhan sampai bikin bapak susah tidur, bapak tetap mau check-up meski dengan dokter yang lain.

Setelah dokter interpretasi hasil MCU, ternyata sangat mengkhawatirkan. Kondisi bapak saat itu juga harus segera dapat penanganan. Tanpa persiapan apapun, aku yang sebelumnya nol tentang kondisi kesehatan bapak, seketika otak-ku langsung penuh memikirkan harus apa berikutnya. Saat itu aku hanya mengikuti semua saran dokter. Pertama, komunikasikan kondisi bapak ke keluarga, terus sisanya menyetujui tindakan pemeriksaan penunjang untuk hasil yang lebih akurat. Setelah pemeriksaan selesai, sempet pulang sebentar, sorenya balik lagi buat denger interpretasi hasil. Nah.. yang ini lebih bikin mematung lagi pas denger penjelasan dokter. Dengan ukuran ginjal yang keduanya sudah mengecil dan tidak lagi optimal untuk menjaga kestabilan kerja organ-organ tubuh yang lain memperburuk kondisi kesehatan bapak. 

Alhamdulillaah setelah hampir seharian cuma sendirian ngurusin segala macam di RS, di malam harinya kakak-kakak datang untuk bantu urus administrasi karena bapak juga harus rawat inap malam itu juga. Tidak semulus yang dibayangkan, urusan administrasi terhalang oleh prosedur asuransi. Emosi sudah tidak terbendung dengan duet lelah dan panik yang menaungi. Meski agak lama prosesnya, malam itu, yang penting bapak tertangani dulu, deh. Lelah banget rasanya hari itu, baik raga, otak, juga hati. Bolak balik ruang dokter untuk denger penjelasan dari internis dan spesialis jantung itu kaya gelas diisi air sampai tumpah-tumpah, semua informasi baru yang asing banget sampai gak tahu gimana memprosesnya supaya bisa dimengerti sama otak.

Malam itu tidur tidak terasa nyaman, hanya beralas selimut di lantai, ruang gerak juga terbatas, pikiran masih kalut, hati juga sesak penuh dengan emosi yang tidak terluapkan. Bapak juga terlihat gelisah, bolak balik mencari posisi. 

-9 Juni 2023-
Hanya satu malam saja bapak ditemani, kasihan katanya, tidur di lantai. Jadi, seterusnya, tunggu malam dulu, baru pulang saat kebutuhan bapak dan keperluan di RS sudah selesai semua. Setiap kali di jalan pulang, sejuk sekali rasanya kena hembusan angin malam sambil menyapu air mata yang sudah tidak tertahankan. Meski sudah bisa tidur di rumah, ternyata tidak menjadikan tidur malam nyaman juga.

Selama 4 hari rawat, alhamdulillaah keluhan sedikit berkurang, meski saran tindakan untuk Hemodialisa (cuci darah) ditunda dulu atas keputusan keluarga. Sambil cari info ke teman dokter di RS lain, ternyata memang satu-satunya jalan supaya kondisi bapa bisa terus stabil.. ya harus Hemodialisa. Tapi karena di RS ini terhalang prosedural asuransi, jadi kami putuskan tidak dilakukan di RS ini. Setidaknya, penanganan awal sudah diberikan dengan transfusi 2 kantong darah dan beberapa obat-obatan untuk menangani keluhan lainnya.

Hari itu, saat visit dokter internis, kami izin agar bisa pulang secepatnya. Alhamdulillaah diizinkan, tapi tetap sarannya harus segera dilakukan HD agar kondisi bapak tidak lagi menurun dan semakin parah. Segera setelah mengurus administrasi dan cukup mencengangkan karena asuransi sama sekali tidak bisa meng-cover, pulanglah kami dengan rencana akan langsung lanjut perawatan ke RS lain untuk mendapatkan penanganan HD.

-10 Juni 2023-
Sesuai dengan rencana kemarin, pagi ini langsung ke IGD RS yang dituju untuk bisa dapat penangan HD. Kondisi bapak juga semenjak pulang kemarin masih muntah dan kelihatan lemas. Agak lama nunggu internis visit ke IGD, langsung dijadwal untuk HD siang harinya dan kemungkinan lanjut rawat inap untuk observasi lanjutan.

Durasi HD pertama selama 2 jam, aksesnya dari pembuluh darah di pangkal paha. Selama proses HD berlangsung posisi tetap berbaring, gak boleh banyak gerak karena khawatir posisi jarumnya membahayakan. Selama kurang lebih 30 menit pertama yang mendampingi di sampingnya, kakak, terus gantian mamah, sisanya aku. Selama sisa waktu itu, jalannya waktu terasa lamaaaaaaaaaaaa banget. Bapak udah merintih, merengek, katanya pegal disana.. terus pindah disini.. sakit juga disana sini. Aku cuma bisa usapin pelan, berusaha bikin nyaman dengan garuk-garukin dari bawah punggungnya, agak susah karena bapak gak boleh ubah posisi tidurnya, jadi pelan-pelan banget masukin tangan ke bawah badan bapak, sambil nurutin pegalnya lagi terasa dimana.

Setiap bapak tanya berapa lama lagi selesainya, selalu aku lebihin beberapa menit, karena beneran 5 menit aja terasa lama banget. Selama waktu itu juga cuma bisa bilang,

"iya.. sabar ya, pak. Semoga dengan ini Allaah hapus dosa-dosa"
"iya.. kuat ya, pak."
"dimana lagi pak sakitnya?"
"iya pak.. sebentar lagi, ya."
"istighfar, pak.. banyakin dzikir, ya."

Sudah.. itu aja diulang-ulang terus. Walau mungkin gak mengurangi rasa ketidaknyamanannya juga tapi setidaknya jangan sampai lupa bahwa sakit ini dan yang menyembuhkannya cuma Allaah semata. Setidaknya juga kalau itu adalah akhirnya, yang terucap adalah kebaikan-kebaikan bukan sekadar meng-aduh. Iya.. sudah sejauh itu mikirnya, sangking gak pernah ngelihat bapak selemah itu.

Setelah 2 jam berakhir, kelegaan bapa bisa aku rasakan juga. Langsung pindah ke ruang rawat. Malam itu, aku menemani bapak lagi karena ada rencana pindah kamar jadi harus ada keluarga yang stand-by. 

-12 Juni 2023-
Alhamdulillaah bisa pulang. Tinggal ngurus surat rujukan biar bisa rutin HD seminggu 2 kali.

-21 Juni 2023-
Kunjungan pertama ke dokter bedah vaskuler untuk konsultasi pemasangan CDL, akses sementara yang digunakan untuk HD. Dan lagi, karena masalah prosedural, jadi gak bisa langsung. 

-22 Juni 2023-
Besoknya langsung urus rujukan tapi ternyata gak jadi ke dokter itu, lagi-lagi karena... prosedural. Jadi harus pasang CDL di RS yang berbeda dengan RS yang melayani HD-nya.

Dari awal mula, bapak sudah dikuat-kuatin supaya sabar melalui semua tahapan ini. Sejak rencana pulang dari RS yang pertama, dikasih gambaran bahwa ada kemungkinan untuk pemeriksaan ulang ini dan itu. Alhamdulillaah bapak sendiri yang dengan kelapangan hati menyetujui dengan alasan demi dapat pelayanan yang terbaik. Nah.. ketika ketemu hambatan disini, kelihatan bapak mulai ada kekhawatiran disana-sini. Qodarullaah.. pas nemenin ngurus rujukan dan ke RS yang ketiga ini adalah mama. Jadi, aku cuma dapet kabar dari Whatsapp. Parahnya, bapak hampir gak mau berangkat lagi. Kelihatan mulai males ngejalaninnya.

Singkat cerita, sorenya aku yang nemenin untuk konsul ke spesialis bedah vaskuler. Berbekal omongan temanku yang dokter, aku sampaikan bahwa semua akan baik-baik saja, gak akan ada masalah ke depannya, semuanya tetap akan jadi mudah. Ditambah pas ketemu dokternya dan merasakan pelayanan di RS ini ternyata informatif dan responsif juga. Alhamdulillaah bapak jadi percaya dan semangat lagi.

Hari ini konsultasi, langsung dijadwalin operasi besok siang.

-23 Juni 2023-
Operasi dijadwalkan pagi jam 8.00 dengan durasi kurang lebih 45 menit. Selesai lebih cepat, cuma sekitar 20 menit, aku dipanggil masuk ke ruang pasca operasi. Disana bapak masih dalam posisi berbaring dengan kondisi kesadaran penuh. Rupanya hanya di bius lokal saja. Terlihat juga di lehernya sudah terpasang sejenis selang yang telah ditutupi kasa dan perban. Pada perbannya terlihat sedikit rembesan darah.

Tidak lama aku duduk disana, dipanggil oleh perawat ruang operasi untuk dijelaskan tentang hasil dan perawatan pasca-operasi. Lalu, duduk lagi sambil menunggu untuk diobservasi sebentar katanya. Tapi, lama-lama perbannya semakin merah dan hampir keseluruhan sudah terkena merah darah bahkan sampai mengalir keluar di antara perbannya. Sudah sampai diganti berkali-kali, masih juga ada darah yang mengalir. Yang rencananya bisa pulang segera, jadi menunggu sampai dokter bedah datang lagi.

Saat menunggu itu tetap di ruang pasca-operasi dan karena bagian dari ruang operasi, ruangannya itu terasa dingin sekali. Bagi bapak yang tidak terbiasa di ruangan ber-AC, sudah menggigil kedinginan saat itu sampai gemetar seluruh tubuhnya. Kekhawatiran baru, masalah perdarahan belum selesai, sekarang menggigil kedinginan khawatir bikin kondisinya jadi drop. Alhamdulillaah disediakan heater yang hawanya dialirkan ke dalam selimut, jadi bapak sedikit lebih nyaman karena sudah hangat lagi tubuhnya.

Sekitar pukul 13.00 dokter bedah datang lagi dan menyelesaikan masalah perdarahannya. Setelah itu, tidak lama bisa pulang.

-25 Juni 2023-
Baru aja abis curhat masalah kerjaan yang kayanya gak fokus kepegang, baru juga izin besok mau pulang cepat karena bapa mulai dapet jadwal rutin HD setiap Senin dan Kamis siang, baru juga berharap keluhan yang lagi dirasa hari itu hilang dan bapak kuat sampai hari esok.. malamnya jam 8.00 udah gak ketahan, akhirnya berangkat lagi ke IGD. Hasil periksanya, kemungkinan karena keterlambatan HD jadi kakinya bengkak dan di paru-parunya banyak cairan. Penanganan pertama langsung dikasih obat untuk ngeluarin cairannya melalui urine.

Akhirnya nginep lagi di RS malam itu, semalaman ternyata ga cepat membaik juga. Dadanya masih terasa gak nyaman, dikasih obat lagi dan setelah itu sedikit melega. Aku sempat gantian sama kakak, di rumah juga tetap pantau kondisi bapak. Ternyata tengah malam sesak lagi, jadi pakai bantuan oksigen. Setelah itu, tenang gak ada kabar lagi.

-26 Juni 2023-
Subuhnya, masih sepi.. belum ada kabar terbaru. Pas aku tanya, ternyata bapak harus transfusi lagi 2 kantong darah, Hb-nya turun lagi, ureum dan kreatininnya tambah tinggi. Selesai transfusi, langsung HD yang kedua. Seharusnya dari HD pertama sampai ke hari ini, paling gak.. bapak sudah 3 kali HD. Sementara ini baru yang kedua, karena proses pemasangan CDL yang agak lama, jadi mundur semua. Bisa sebenernya tanpa CDL, tapi harus di pangkal paha lagi kaya yang pertama.. bapak gak siap kayanya, lebih ke trauma sama rasa sakitnya mungkin.

HD yang kedua durasinya selama 4 jam. Lebih lama lagi karena tarikan darahnya juga semakin banyak. Reaksinya selama proses HD masih sama, tapi ga separah yang pertama.

-7 Juli 2023-
Setelah 2 pekan dari pemasangan CDL, hari ini dijadwalkan lagi untuk pemasangan akses permanen (Cimino). Jadwalnya jam 14.00, qodarullaah hari itu hujan deras banget dan di daerah situ air udah sedikit naik. Dokternya terlambat, tapi dipastikan datang sore itu.

Alhamdulillaah.. nunggu agak lama, sekitar pukul 17.30 masuk ke ruang operasi. Selesai sekitar 1 jam, aku dipanggil masuk ke ruang pasca-operasi. Alhamdulillaah gak kelihatan tanda-tanda mengkhawatirkan. Segera setelah penjelasan perawatan pasca-operasi, langsung pulang.

*****

Bulan-bulan awal rutin HD masih banyak keluhannya, bahkan baru selesai HD juga masih gak baik-baik saja. Sering banget demam, kemungkinan efek samping dari CDL karena ada benda asing yang masuk ke pembuluh darah. Selesai HD, mual, bahkan pernah sampai muntah, lemes sampai gak kuat jalan sendiri, terpaksa pakai kursi roda ke mobilnya.

Tapi alhamdulillaah bapak kuat sampai saat ini, malah sekarang bolak balik HD sendiri. Ya allaah.. Jadi inget pernah ngelihat bapak-bapak di klinik, sudah tua, jalan sudah lambat, pendengaran juga berkurang.. beliau berobat sendiri tanpa pendampingan.

Waktu itu dalam hati cuma bertanya-tanya, "Gimana ya nanti bapak mama sudah semakin menua? apakah akan sesulit itu juga? Akan ada aku atau siapa yang mendampingi gak ya?"

Tak terduga, ternyata di 2023 langsung dikasih tahu jawabannya, dikasih tahu gimana rasanya. Seru banget emang yang namanya 'kehidupan'. 

Kehidupan yang seratus persen adalah rahasia Allaah, emang bikin kita sebagai hamba nih harus selalu menjaga setiap detik yang kita lalui agar tidak pernah kufur nikmat.

Komentar