Apakah Kepergian Itu Tiba-Tiba?
Lagi..
Di hari-hari ini kita disadarkan pentingnya menyiapkan bekal akhirat selama masih berjalan di dunia. Karena semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Meski semua masih rahasia, tapi itu suatu hal yang pasti.
Kita tidak tahu siapa yang akan pergi duluan. Bisa jadi kita yang ditinggal atau kita yang meninggalkan duluan. Jika ditanya rasa, sepertinya semua sama rata, karena kehilangan itu pasti meninggalkan luka. Di saat itu, keimanan kita yang Allah uji coba, karena ini semua terkait takdir yang telah Allah tetapkan jauh sebelum kita ada di dunia.
Jika kita lihat menggunakan kacamata dunia, mungkin semua terasa tiba-tiba. Tapi, nyatanya di dunia ini tidak ada yang tiba-tiba, kecuali sudah Allah Ta'ala tetapkan takdir atasnya.
Allah adalah sebaik-baik penulis takdir. Tidak peduli sebagus apa perhitungan rencana yang manusia tuliskan, pada akhirnya semua bergantung pada apa yang telah Allah tetapkan. Manusia masih bisa berencana, tapi keputusannya tetap ada pada Allah. Manusia boleh pegang pensilnya dan menulis semua semaunya. Tapi, penghapusnya tidak ada pada kita. Allah yang berhak atas segala rencana kita, mana yang Allah biarkan, mana yang Allah tangguhkan, mana yang Allah tiadakan.
Percayalah, takdir Allah itu yang terbaik bagi kita. Saat menurut kita takdir yang Allah tetapkan tidak menyenangkan, padahal tidak begitu. Kalau saja bersedia dilihat lebih dalam lagi, ternyata ada hikmah atas itu semua.
Lagi..
Kita disadarkan tidak ada cita-cita tertinggi, kecuali mati dalam keadaan sebaik-baik diri. Apa ya rasanya mati dengan meninggalkan jejak hikmah yang dapat diambil oleh orang banyak? Tidak hanya satu, dua orang. Tidak hanya orang-orang tersayang. Banyak doa yang dipanjatkan sepertinya membuat jiwa yang pergi itu tenang. Aku juga berharap jika takdirnya aku meninggalkan mereka duluan, hanya kebaikan yang pada akhirnya mereka kenang.
-An
Komentar
Posting Komentar