Badai Telah Datang
Ngelanjutin postingan sebelumnya, ini juga masuk banget jadi My Pandemic Story. Ini adalah tentang kisah Keluarga Covid. Waktu itu kami terpapar pas varian Delta lagi naik-naiknya, yang mana agak ngeri karena laporan kematiannya juga lagi tinggi-tingginya. Jadi selama isolasi mandiri di rumah, ya.. nulis-nulis aja tapi cuma disimpen setelahnya. Here's the story.
***
Rabu, 23 Juni 2021
Akhirnya.. pada malam ini, kami harus terima kenyataannya. Aku, mama, bapa, dan cece hasil tes antigennya positif'.
Shock? Engga juga..
Kaya yang udah pasrah aja dari awal.. tapi tetap ada harapan kalau hasilnya bakal nunjukkin negatif. Tapi setelah mama yang pertama kali di swab menunjukkan hasil positif.. ya.. sedih aja.
Gak nyangka badai ini datang juga ke keluarga kami. Alhamdulillaah 'ala kulli hal.. in syaa allaah kami bisa sikapi dengan hati yang lapang. Qadarullaah.. ini semua sudah atas kehendak dan takdir Allah Ta'ala.
Semoga dengan ini ada dosa kami yang dihapuskan. Allah ingin 'menyapa' kami dengan cara yang lain. Semoga kami bisa melalui ini semua dengan baik-baik saja dan keluar dari badai ini dalam keadaan sehat wal 'afiyat.
اللهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ
...
“Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf, dan ‘afiyat di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon kepadaMu maaf dan ‘afiyat pada agamaku, keluargaku dan hartaku…” (HR. Abu Daud 5074, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
Komentar
Posting Komentar