Kamu.. Mana Senyumnya?


Hai kamu, adik kecil.. Berbahagialah selalu..
Karena sungguh sangat menyenangkan hari-harimu
Kamu mendapat curahan kasih sayang sepenuhnya dari ayah ibu
Melewati hari penuh cengkrama dengan kedua kakakmu
Tak perlu sibuk memikirkan bagaimana hari berlalu
Kalau aku bisa mengulang waktu.. maukah kamu temani aku?

Hai kamu.. adik bermata besar dengan pipi tembam.. Jangan banyak takut..
Tahu gak sih..? Justru karena mata kamu yang besar dan bentuk alis yang menukik itu membuat saudaramu takut untuk beradu tatap denganmu. Hahaha. Lucu sekali.
Kamu tidak usah banyak takut. Jadilah pemberani.
Aku tahu kamu butuh waktu, terkadang juga malu-malu. Tapi aku lihat kamu bisa, kok!

Hai kamu.. Tersenyumlah!
Dilihat-lihat.. jarang sekali aku temukan foto yang menampilkan wajahmu dengan senyum.
Apalagi waktu mainan kesayanganmu tiba-tiba hilang. Kamu berdua kakakmu mengganggap itu dibuang kakak tertuamu, kan? Hihihihi ada-ada saja.
Mungkin bagimu hari-hari seperti itu menjadi hari yang buruk untuk dilalui.
Nanti saat kamu dewasa, bersiaplah.. akan ada hari-hari buruk lainnya yang tidak pernah ada di bayangan.
Tapi tenang saja.. Lama-lama kamu akan terbiasa.
Satu, dua aral mungkin akan menggoyahkan kapal. Tidak masalah kalau kamu merasa patah. Lewati saja meski akan berakhir dengan lelah.
Tapi sepertinya.. ada satu yang menjadi pelepas dahaga. Sebuah senyuman =)

Seburuk apapun nanti kamu lewati hari, tolong sediakan dirimu untuk ingat masih ada senyuman yang dapat menyembuhkan.

23.37

Komentar