Ikhlas Sungguhan Atau Hanya Pura-Pura
Ikhlas itu tidak diucapkan, pengakuannya ada dalam hati. Ikhlas adalah sebuah rahasia antara diri dengan Sang Pencipta. Tidak ada yang sepenuhnya tahu saat seseorang sudah ikhlas, sekalipun dirinya sendiri.. Apakah benar-benar ikhlas atau hanya berpura-pura?
ikh·las a bersih hati; tulus hati (kbbi.web.id)
Dalam mendefinisikan ikhlas, para ulama berbeda redaksi dalam menggambarkannya. Ada yang berpendapat, ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapula yang berpendapat, ikhlas adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya. Adapula yang berpendapat, ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada makhluk. (Referensi: https://almanhaj.or.id/11937-pengertian-ikhlas-2.html)
Bicara urusan dunia, sedih sering kali disandingkan dengan ikhlas. Seperti ketika ditinggal pergi, entah sementara atau tidak bisa bersama, dan yang paling menyedihkan, untuk selamanya. Saat itu hanya satu rasa yang mendominasi, yaitu kesedihan. Bersama kesedihan akan kehilangan, diminta untuk melepas dengan keikhlasan agar hati merasa lebih tenang.
Sebagian orang ada yang tidak mau terjebak dalam kesedihan, berusaha lari dari rasanya, meninggalkan jauh luka yang ada di hadapan. Seolah tidak mau memberikan celah sedikit pun untuk diri merasa sedih, ia lewatkan tanpa menerima dan berdamai dengan kehilangan terlebih dulu.
Di hadapan diri sendiri dan orang banyak ia merasa baik-baik saja. Padahal, di hatinya masih ada bara, yang suatu saat siap tersulut api sekecil apapun dan membakar dirinya sendiri dalam kesedihan yang sebelumnya atau bahkan menjadi lebih karena tertumpuk belukar yang lain.
Kehilangan itu nyata. Suatu saat semua juga akan hilang atas kehendak-Nya, tanpa satu pun ada yang tersisa.
-An
Komentar
Posting Komentar