Cerita Dia

aku punya cerita tentang dia..

Katanya dia memang egois, tapi bukan karena keinginannya. Melainkan terbentuk dari kebiasaan keluarganya. Dia beralasan juga, bahkan sejak dia kecil, dia jarang meminta kepada orang tuanya dan tidak merengek jika keinginannya tidak dipenuhi -atau kamu hanya menyimpan perasaan itu sendiri sejak kecil, ya- karena satu atau dua alasan yang seperti orang tua lain lakukan. Kadang, alasannya jarang meminta ini dan itu adalah karena dia tahu pasti tidak akan dapat terpenuhi keinginannya -mungkin kamu aja yang kurang yakin dan malas mencoba dan berusaha- . Hingga ia besar, saat apa yang diinginkannya dapat ia penuhi sendiri, ia tumbuh dengan sedikit keinginan. Mungkin karena sudah terbiasa tidak berangan-angan. Saat ada keinginannya tidak dapat ia miliki, ya.. sudah.. memang tidak bisa. Entah itu karena tidak ada uangnya, tidak sesuai spesifikasinya, atau tidak diterima oleh lingkungannya. Pasrah saja sudah. Berpikirnya sederhana, menurut dia. Dampaknya belakangan. Dia atasi sendiri.

Dia tetap dilihat kecil, meski sudah bertambah usianya, semakin bertumbuh badannya, dan berubah sikap serta pola pikirnya. Tetap saja dia adalah seorang anak kecil di mata orang tuanya -sepertinya semua orang tua begitu, orang tuaku juga seperti itu- yang masih banyak belum tahu apa-apa di dunia ini, bagaimana beratnya kehidupan, perbedaan yang akan dilalui di masa depan, dan hal-hal lainnya. Dia sering jadi tempat curhat ibunya. Entah karena apa, dia tidak pernah dengan serius menanggapinya. Tapi dia tahu.. itulah yang namanya kasih sayang orang tua, tidak pernah sudi melepas anaknya tanpa bekal yang mereka rasa cukup. Walaupun, kadang tidak semua orang tua sadar apa saja bekal yang sudah diberikan kepada anaknya. Apakah memang cukup, kurang, atau bahkan tidak ada.

Namanya juga orang egois. Dia paham betul dengan bercerita seperti ini, pasti hanya dianggap pembelaan diri saja. Tapi kata dia, dalam hatinya dia ingin semuanya berubah. Dia ingin merubah dirinya, dia ingin merubah keluarganya. Sayangnya, tekadnya saja yang belum kuat. Dia masih mudah goyah. Dia kadang jadi lemah. Satu hal yang orang lain anggap mudah, tidak mampu dilakukannya.. hanya karena kalah dari rasa malu yang ada di dalam dirinya.

Ya.. setiap keluarga punya cerita yang berbeda-beda. Semoga dia menemukan jalannya meskipun tidak sama dengan cara keluarga yang lain. Aku berdoa untukmu.

Cheer Up, 

your truly friend =)

Komentar