Hikmah Dibalik Peristiwa
Jumat, 17 April 2020. Hari kesekian datangnya Corona di sekita kita. Di Indonesia sendiri, angka positif Covid-19 terus melonjak dan saat ini sudah mencapai lima ribuan.
Masih dalam suasana yang sama. Berjuang bersama menghadapi corona. Bukan berarti kita membencinya, kita hanya berusaha menghindar dari bahayanya. Karna satu yang harus selalu kita ingat, semua yang ada di alam semesta ini ada PenciptaNya. Semua Makhluk yang diciptakanNya, patuh dan taat pada yang Menciptakan. Begitu juga halnya dengan Corona, Corona adalah Makhluk Ciptaan Allah Ta'ala yang sudah ditakdirkan untuk ada di muka bumi ini dan menjalankan perintahNya.
Saat ini, manusia seolah diberi waktu untuk berpikir dan merenungkan sejenak apa yang telah diperbuatnya selama ini. Iman kita diuji, kemanusiaan kita diuji, kesabaran kita juga diuji. Siapa yang kuat melaluinya, dia yang bertahan.
Melalui ini semua tidak ada yang merasa mudah pastinya. Setiap orang merasakan kesulitannya masing-masing dengan cara yang berbeda-beda. Begitu pun aku...
Tidak ada keputusan yang mudah dalam situasi seperti ini. Saat kita dihadapkan dengan pilihan, tidak ada yang utuh mengandung kenyamanan bagi diri kita sendiri. Setiap pilihan itu pasti sepaket dengan konsekuensi yang harus kita terima. Yang namanya konsekuensi, jarang disandingkan dengan kenikmatan. Jadi hanya perlu keyakinan dalam mengambil keputusan dan memohon kepada Allah Ta'ala agar dapat dikuatkan dalam menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut.
Saat ini.. pilihan itu sangat menentukan bagaimana kami selanjutnya. Pilihan sulit berikutnya tentang "ditinggalkan atau meninggalkan". Berusaha untuk saling menguatkan satu sama lain, untuk tidak saling meninggalkan, tidak saling pergi dan mengucap salam perpisahan. Karena, perjalanan ini masih panjang, kawan...
Aku sendiri, entah, apa yang membuat bertahan. Mungkin masih terdapat keyakinan akan menemukan rasa nyaman melewati hari-hari kedepan. Tapi perasaanku tidak bisa dipaksakan untuk orang lain. Ini juga waktu yang tepat, untuk belajar memahami bahwa tidak semua orang berada dalam kondisi yang sama, belajar tentang bahwa tidak selamanya apa yang menurutmu baik.. akan menjadi baik juga untuk yang lain, belajar cara mengikhlaskan keputusan yang pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasimu.
Corona membentuk kita. Dalam sebuah kutipan yang kutemukan di media sosial twitter "terbentur.. terbentur.. terbentur.... Terbentuk....". Akan ada hikmah dari semua yang terjadi saat ini, mungkin setelah ini kita akan lebih menghargai setiap hal, sekecil apapun. Mungkin setelah ini berlalu, kita sudah terbiasa dengan kesederhanaan, merasa cukup dengan segala apa yang kita dapatkan. Karena yang sedikit itu lebih bermanfaat daripada yang banyak tapi dihambur-hamburkan.
Komentar
Posting Komentar