Untuk Kita Yang Sedang Sakit

Saat-saat ini sangat nyata Kebesaran Allah Ta'ala bagi mereka yang menyadarinya. Semua atas Kuasa Allah Ta'ala dapat terjadi.. siapa yang sakit.. siapa yang tidak.. Ada yang sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga diri dari virus tapi tetap saja terdampak. Ada yang santai-santai saja, tapi masih dapat beraktifitas seperti biasanya. Pada akhirnya, setelah kita berusaha, tetap Allah Ta'ala yang menentukan.

Melalui sakit ini, seharusnya semakin banyak kita bersyukur. Jangan kita maki sakitnya. Sakit kita ini datangnya dari Allah, lalu apa tidak mau terima dengan takdir dari Allah?

Mungkin selama ini kita telah jauh dari Allah.. Dengan sakit ini, Allah tunjukan kasih sayangnya kepada kita agar kita mengingat-Nya, meminta kepada-Nya, dan mengagungkan Nama-Nya. 

Saat sakit ini, saat yang tepat bagi kita untuk merenungi hidup kita hingga sejauh ini. Kita tidak tahu, dari sakit ini, dosa mana yang sedang Allah hapuskan. Semoga tidak hanya sekadar untuk direnungkan, tapi menjadi titik balik hidup kita. Mohonkanlah ampun atas dosa-dosa kita selama ini.

Bagi kita yang selama ini sudah jauh dari Allah, mulailah dekatkan lagi diri kita dengan Sang Pemilik Jiwa.
Bagi kita, utamanya perempuan yang masih terbuka auratnya, Allah perintahkan untuk menutup aurat saat sudah baligh, bukan menunggu baik.
Bagi kita yang masih kurang dalam sholatnya, ingat lagi firman Allah "Hai orang-orang yang berimakan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu." (Qs. Al Baqarah:153).
Bagi kita yang senang meng-ghibah, mungkin ini sebagai penahan bagi kita untuk berhenti.
Dan dosa-dosa lain yang mungkin pernah kita lakukan tanpa disadari.

Kadang kita memang belum merasa sesuatu itu berharga, saat kita belum merasakan kehilangannya.. Kadang kita lalai dengan nikmat waktu luang, dan mengabaikannya. Sehingga, seringkali kita kehilangan nikmat tersebut, tanpa belajar, tanpa manfaat, dan bahkan kehilangan nikmat sehat.

Bersabarlah atas sakit ini.. Cukupkan diri dengan do'a dan ikhtiar. Tak perlu bersedih dengan usaha yang belum membuahkan hasil. Karna manusia hanyalah perantara kesembuhan, tapi Allah penentu takdir hidup kita.

Pengingat untuk diriku sendiri. Semoga bisa jadi pengingat untuk kamu juga.

"Syafakallahu.. Laa ba'sa thohurun in syaa allaah.."
Semoga Allah menyembuhkanmu.. Tidak apa-apa (jangan terlalu bersedih dengan sakit ini), menjadi pembersih dosa, insya Allah. (HR. Bukhari No.3616)

Komentar