Berproses

Proses perubahan diri menjadi pribadi yang dewasa dengan perilaku dan pola pikirnya

Aku pada masanya.. sebelum sadar bahwa menjadi Mahasiswa seharusnya bisa merubah kepribadian yang kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa. Karena bisa dibilang, sampai 3 tahun masa kuliah, masih aja aku ga tahu harus seperti apa kepribadian seorang Mahasiswa. Sekilas mungkin bisa diambil pemahaman, mahasiswa itu adalah seorang pelajar yang dapat memilih kehendaknya sendiri dengan konsekuensi yang juga ditanggungnya sendiri.

Tapi ternyata yang lebih krusial adalah bagaimana pola pikir dalam menghadapi masalah dan menemukan solusi hingga proses penyelesaiannya. Pola pikir ini yang nyatanya mempengaruhi ke semua aspek dalam diri kita. Emh. Aku, maksudnya.

Luar biasanya adalah proses aku menuju kesana yang mungkin ga banyak orang tau, bahkan orang-orang terdekat sekalipun, kecuali yang terlibat langsung dalam prosesnya.

Dibilang sulit, iya banget. Hahahaha.

Ada satu orang yang membuat aku belajar artinya Dewasa dalam artian yang sebenarnya. Dewasa dalam kondisi psikologis, yang menentukan tindakan dan pengambilan keputusan

Kenapa sulit? pada saat itu ngerasain banget yang namanya tertekan, selalu merasa terpojok kalau mulai muncul sisi kekanak-kanakannya. Karena, ada kata-kata pamungkas dari dia yang kurang lebih begini, "makanya belajar dari dia coba." sebenernya halus sih caranya nge-treat, cuma karna terus-terusan kadang berasa nusuk aja. Merasanya.. emang harus ya kaya orang lain, harus ya ngebandingin sama kemampuannya orang lain.

Eh, ternyata bukan sebatas membandingkan. Tapi ada nilai yang bisa diambil dari orang lain buat jadi pelajaran

Dulu tuh.. setiap ada masalah, ga pernah tahu gimana harus ambil sikap. Memang terkesannya sebagai orang yang sabar, tapi aslinya cuma menghindari perselisihan dan ngebiarin masalahnya menguap gitu aja tanpa ada penyelesaian. Jadi, kurangnya adalah ga ada pembelajarannya yang bisa diambil buat ke depannya.

Atau misalnya, muncul perilaku kekanak-kanakannya, karena udah terbiasa begitu jadi ya ga merasa itu salah. Tapi, setelah dikasih pencerahan dan akhirnya sadar dimana letak salahnya, malah cuma bisa nangis. Aneh sih. Ngerasa ga bisa ngapa-ngapain aja gitu. Kaya.. dalem hati tuh nanya sendiri "kenapa sih, begini salah, begitu salah..." akhirnya ngeluapin rasa bersalahnya ya dengan cara nangis bukannya memperbaiki semuanya segera.

Intinya dari semua itu sih ya proses berpikir.

Penyebabnya adalah ga terbiasa nyimak informasi secara utuh, ga terbiasa bertukar pendapat.. atau lebih tepatnya ngga berani berpendapat.

Pada akhirnya setelah melewati semua proses itu, bisa lebih terbuka sama diri sendiri dan jadi tahu apa yang perlu dievaluasi dari diri sendiri.

Komentar