KELOMPOK SOSIAL PENCINTA ANAK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Sebuah organisasi mahasiswa tingkat universitas yang bergerak di bidang sosial dan concern pada pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini. Kelompok Sosial Pencinta Anak (KSPA UNJ) yang telah berdiri selama 31 tahun senantiasa memiliki produk yaitu Taman Kanak-kanak (TK) non-profit yang diperuntukkan untuk anak-anak dari kalangan masyarakat prasejahtera. Sejak 31 tahun lalu, TK KSPA UNJ selalu membuka TK di lokasi yang berbeda-beda atau pun tidak menetap dengan jangka waktu beberapa tahun, itu sebabnya TK KSPA disebut dengan Taman Kanak-kanak Keliling (TKK). Tujuan utamanya adalah sampai TKK yang awal terbentuknya merupakan TK Tunas berhasil menjadi TK Mandiri dengan melalui tahap TK Binaan. Hingga saat ini, TKK KSPA UNJ masih eksis di wilayah ibu kota. Kini, TKK KSPA memiliki 5 (lima) lokasi yaitu TKK Rawamangun, TKK Duren Sawit, TKK Cipinang Besar Utara (PAUD BEO), TKK Kampung Bandan, dan TKK Warakas. Karena keterbatasan dana, ruangan belajar yang digunakan oleh TK KSPA merupakan fasilitas umum yang juga digunakan warga sekitar lokasi untuk melakukan kegiatan, seperti kantor RW setempat, rumah kost, dan mushola.

KSPA UNJ sebagai organisasi menyediakan SDM yang telah dilatih untuk memenuhi kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pengajar di TK KSPA. SDM-nya tidak lain adalah mahasiswa yang terlibat aktif maupun tidak di organisasi tersebut. Sebagai salah satu upaya pembinaan juga, KSPA mengajak orang tua murid untuk terlibat aktif dalam kegiatan di TK KSPA. 
-----
Aku merasa beruntung kini menjadi bagian dari keluarga besar KSPA UNJ. Dengan segala keterbatasan, kesederhanaan, dan kekeluargaannya, KSPA hadir dengan produknya yang orisinil, TKK KSPA UNJ. Aku bangga menjadi bagian dari mereka, menjadi salah satu dari ratusan orang yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan bangsa. Meski terbatas waktu, setidaknya ada beberapa anak yang berhasil memupuk harapannya mencapai asa untuk hari esok. Terlebih lagi, akan lebih bahagia jika anak tersebut memiliki angan untuk masa depannya kelak. Mereka datang ke sekolah dengan senyum senyum terkembang di bibirnya. Padahal aku tidak tahu bagaimana perjalanan beberapa dari mereka untuk mencapai ke lokasi belajar. Di lokasi kampug Bandan contohnya, berada di belakang pusat perbelanjaan WTC Mangga Dua. Anak-anak yang terkadang berjalan sendirian menuju lokasi belajar harus berjalan di pinggiran rel kereta api. Siapa yang tidak terpikir akan keselematan mereka? Tapi, lama-lama hal itu menjadi biasa. Kadang saat aku menuju ke lokasi, saat keluar dari pintu belakang wtc dan menyeberangi rel kereta, aku bertemu dengan salah satu siswa yang akan berangkat. Senyuman itu terlihat begitu asli. Benar-benar teduh. Mungkin bayaran yang paling berharga untuk kami adalah senyuman-senyuman dan juga pelukan serta ucapan salam hangat dari mereka.

Untunglah di zaman ini, orang-orang sudah tidak lagi kuno tentang pengetahuannya akan pendidikan. Hadirnya kami di tempat-tempat warga, sudah tidak lagi menjadi tanggapan miring. Keinginan menghadirkan pendidikan yang layak untuk para siswa-siswi kami jelas ada. Yang layak dari segi keamanan dan kenyamanan belajar, pemberian mutu dan kualitas pengajaran secara professional. Tapi kami hanya sebatas organisasi sosial, dengan sumber pendanaan dari proposal dan sponsor yang membantu kami dalam melaksanakan program-program kerja. Syukurlah, saat ini KSPA UNJ sedang menjalani kerja sama dengan perusahaan yang cukup besar di Indonesia dan satu lagi program kemitraan yag sedang berjalan dengan KSPA juga berhubungan langsung dengan pengembangan kualitas siswa-siswi TK KSPA itu sendiri.

Dibanding mahasiswa semester 3 lainnya, sekali lagi, aku merasa beruntung mengenal KSPA. Melalui program kemitraan yang dijalin KSPA, aku banyak belajar. Aku menjadi head project program kemitraan tersebut. Newbie memang. Tapi, program ini sudah hampir berjalan selama setahun sejak 2 Mei lalu dilakukan penandatanganan MOU. Program kemitraan ini dapat dikatakan cukup berat dilihat dari total nominal yang dikeluarkan untuk melaksanakan program ini. Tanggung jawab yang mengikuti juga tentunya berat. Tidak perduli bagaimana pandangan orang lain terhadap program ini. Ada yang pro dan kontra, semua biasa. Setiap hal pasti begitu bukan? Di tahun pertama semua hal yang dilakukan merupakan adaptasi. Penyesuaian pola kerja dengan mitra yang sedang dijalankan, dan penyesuaian segala macam hal lainnya. Semuanya butuh proses. Tidak ada yang instan selain makanan. Yang jelas disini kesempatanku belajar, melalui ini juga insya allah dapat mengembangkan TK KSPA menjadi lebih baik. 


Kemudian, apa yang kamu rasakan setelah membacanya? Merasa beruntung kah kamu yang dapat bersekolah dengan layak, meski terbilang jauh, meski terbatas tetapi setidaknya masih bisa merasakan fasilitas yang diberikan? Sudah dapat bersekolah dengan layak, mendapatkan uang saku cukup juga. Lalu apalagi yang kalian keluhkan? Tugas sekolah yang banyak? Kewajibanmu sebagai pelajar bukan. Guru atau teman yang menyebalkan? Coba berfikir dua kali. Fasilitas sekolah yang payah? Setidaknya masih ada kan. Jarak antara sekolah dan rumah yang jauh? Kemudian panasnya matahari? Kendaraan punya. Uang saku ada, kendaraan umum banyak. Jadi apa.... 

Aku bisa mengenal KSPA, mungkin karena aku merasakan berada di MBGF.....


Komentar

  1. Sama. Ngerasa beruntung udah jd bagian dr keluarga besar KSPA UNJ. Banyak perubahan dlm hal peningkatan kualitas diri baik langsung atau gak langsung. Terlebih perjalanan 3taun dikepengurusan yg masyaa Allah bgt! Bonus pertemanan yg gak bisa diganti sama hal apapun 🖤

    BalasHapus

Posting Komentar